» » Halal Bi Halal Persaudaraan Soekarno


JAKARTA - Yayasan Bung Karno menggelar Diskusi pancasila dan halal bi halal persaudaraan Soekarno di Yayasan Bung Karno Gedung Pola lantai 3, Jl. Proklamasi No. 56 Menteng, Jakarta Pusat siang hari ini, Senin (24/7/2017).

Dalam acara diskusi ini pembicara akan membahas mengukur sejauh mana pancasila dilaksanakan sampai hari ini? Berlangsung dari pukul 13.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Pembicara dalam diskusi diantaranya Dr. Revrisond Baswir, MBA (Dosen UGM, Pendiri Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia), Dr. Imam Muhlis, SE., M.Si (Dosen UNM, Peneliti Senior, Anggota Litbang Yayasan Bung Karno), Alex Widya Siregar (Staff Ahli Bidang Hukum dan Politik Yayasan Bung Karno).

Diskusi Pancasila ini dipimpin oleh Dr. Timbul Hamonangan S, SE., MA (Dosen dan Peneliti Senior Pasca Sarjana Universitas Maranatha Bandung, Koordinator Litbang YBK) sebagai moderator.

Tantangan pengamalan pancasila dalam bidang ekonomi menjadi bahasan pertama dalam diskusi yang disampaikan oleh Dr. Revrisond Baswir. Ia mengatakan, betapa pentingnya kedudukan masalah ekonomi dan perekonomian dalam proses perumusan pancasila.

"Hemat saya, kesungguhan para penggagas pancasila dalam memikirkan bentuk pengamalan pancasila dalam bidang ekonomi itulah yang bermuara menjadi amanat untuk menyelenggarakan sistem ekonomi kerakyatan sebagaimana dikemukakan oleh pasal 33 UUD 1945," kata Revrisond Baswir saat memberikan paparannya dihadapan peserta diskusi, Senin (24/7/2017).

Menurutnya, banyak yang berfokus pada politik namun lupa bicara ekonomi. Semntara keduanya sama pentingnya dalam pembangunan.

"Sibuk terus dengan demokrasi politik, kapan kita bicara soal demokrasi ekonomi," tambahnya.

Pancasila sangat mempunya makna mendalam, azaz kekeluargaan merupakan hal terpenting dalam sebuah pengamalan pancasila, karena aza kekeluargaan lebih mendalam dibandingkan sosialisme.

"Azas Kekeluargaan lebih dalam daripada sosialisme, sosialisme dasarnya materi sedangkan kekeluargaan dasarnya adalah ilmu," tegas Revrisond.

Berharap dalam konteks situasi saat ini, pemerintah mempunyai kebijakan dalam menjalankan pengamalan pancasila.

"Mudah-mudah pak Jokowi 2 periode, agar program-program ini berjalan," tutupnya.(Deni Ardiansyah)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: