.

Header ads

Header ads

Ceu Popong Hebohkan Sidang Perdana DPR RI

INOHONG COM - Nama Popong Otje Djundjunan mendadak jadi trending topic di jejaring social media dan menghebohka gedung parlemen di Senayan, Jakarta. Itu terjadi setelah politisi senior asal Kota Bandung ini memimpin sidang pertama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semalam suntuk, sejak Rabu (1/10/14) sore hingga Kamis (2/10/14) dinihari.

Ceu Popong –demikian ia biasa disapa—terpilih memimpin sidang perdana karena merupakan anggota dewan tertua diantara 559 anggota DPR RI lainnya. Perempuan kelahiran Bandung, 30 Desember 1938 ini memimpin sidang pembentukan fraksi dan pemilihan pimpinan DPR, didampingi anggota dewan termuda, Ade Rizki Pratama, politikus berusia 26 tahun dari Partai Gerindra.

Selama sidang berlangsung, terlontar beberapa kali interupsi dari sejumlah anggota Dewan. Bahkan beberapa diantaranya sampai merangsek ke mimbar pimpinan sidang. Namun, Ceu Popong jalan terus, juga merasa tak terganggu walau sampai ada anggota yang memijit pundaknya.

“Kalau semua interupsi diladeni, sidang bisa berlangsung dua hari ga selesai-selesai,” kata alumni sastra Sunda dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung hun 1982 ini.

Meski terbilang sudah sepuh, Ceu Popong berhasil memimpin sidang sampai dinihari tanpa menunjukkan kelelahan. Berada di meja pimpinan sidang bukan hal baru buat politisi dari Partai Golkar yang sudah terjun ke dunia politik sejak tahun 1987.

“Memimpin sidang itu seperti mengatur lalu lintas,” ucap Ceu Popong.

Lima kali menjadi anggota legislatif telah membuat Ceu Popong matang berpolitik. Ditambah pula pengalaman berkecimpung dalam organisasi lain diantaranya Paguyuban Pasundan, Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Selain aktif berpolitik, Popon juga dikenal sebagai pengusaha, diantaranya sebagai Komisaris Aston Tropicana Hotel dan Pembina High School di Rajawali Hospital, serta salah seorang pemegang saham IMTV ( Indonesia Musik Televisi), sebuah TV local di Bandung yang kemudian dibeli oleh Grup MNC.

Gaya Popong saat memimpi sidang pembentukan pimpinan DPR membuahkan pujian sekaligus kritikan. Pihak yang tak setuju menganggap Ceu Popong dictator karena mengabaikan hak anggota menyampaikan pendapat. Sebaliknya, pihak yang mendukung menganggap gaya nyeleneh Ceu Popong itu berhasil mencairkan kekakuan, dan membuat anggota dewan yang bersidang semalam suntuk tak merasa diserang kantuk. Walhasil, sidang berlangsung sesuai agenda berhasil menetapkan pimpinan DPR periode 2014-2019. (tim)