.

Header ads

Header ads

Dadang Naser Peroleh Penghargaan Manggala Karya Kencana

BUPATI Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip menerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan diserahkan Presiden pada peringatan Hari Keluarga Nasional XXI yang dipusatkan di Kota Surabaya, Sabtu (14/6/14).

Dalam suratnya No. 3009/KT.103/j.5/2014 tanggal 6 Juni 2014 perihal Penyematan Penghargaan Manggala Karya Kencana, Kepala BKKBN Propinsi Jawa Barat Ir. Siti Fathonah, MPH menyebutkan pula, peserta KB Lestari kategori 10 tahun atas nama pasangan Entis Sutisna dan Nenden Sulastri warga Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung juga menerima penghargaan dari Presiden RI.

Sebelum menerima penghargaan, Dadang Mochamad Naser beserta 63 bupati/walikota se Indonesia mengikuti dialog interaktif di Hotel JW Marriot, Function Room Lt 2 Jl. Embong Malang 85-89 Surabaya, Jum'at (13/6/14). "Dialog interaktif yang bertemakan Keluarga Sehat Idamanku, merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional XXI Tahun 2014",ungkap Ketua Umum Panitia Peringatan Harganas XXI, Ny. Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH dalam surat undangannya No. 39/Harganas XXI/H3/2014 tanggal 2 Juni 2014.

Penghargaan Manggala Karya Kencana dari Presiden RI Tahun 2013 lalu juga diterima Ny. Hj. Kurnia Dadang Naser pada peringatan Harganas XX di Kota Kendari-Sulawesi Tengah. Istri Bupati Bandung yang juga duduk sebagai Ketua TP. PKK Kabupaten Bandung dinilai berhasil dalam keikutsertaaanya menggalakan program keluarga berencana ditengah-tengah masyarakat.

"Badan Keluarga Berencana dan PKK selama ini terus membantu meningkatkan program keluarga berencana mulai dari masyarakat perkotaan hingga pedesaan",ucap Kepala BKBPP Kab. Bandung Ny. Hj. Yanti Marlina, SH.

Yanti Marlina mengatakan dukungan Bupati Bandung terhadap peningkatan program keluarga berencana salah satunya dilakukan melalui peluncuran dana APBD yang setiap tahun terus meningkat. Pada tahun 2011, anggaran untuk program KB, senilai Rp. 5,7 milyar, naik menjadi 6,6 milyar pada tahun 2012.

Sementara untuk tahun 2013 kembali mengalami peningkatan menjadi Rp. 8,0 milyar. Dana sebesar itu, menurut Yanti digunakan untuk kegiatan kesekretariatan, bidang keluarga berencana, keluarga sejahtera, info data, pemberdayaan perempuan dan bidang perlindungan anak.

Hasil yang diperoleh dari kucuran dana APBD sebesar itu, salah satunya terbukti dari pencapaian peserta KB aktif yang setiap tahun terus mengalami peningkatan. Untuk tahun 2011, realisasi peserta KB aktif sebanyak 542.758 akseptor atau 98,35% dari perkiraan 551.884 akseptor.

Untuk tahun 2012 jumlah peserta KB aktif sebesar 517.00 akseptor atau 97,89% dari perkiraan 528.149 akseptor. Menginjak tahun 2013, jumlah peserta KB aktif melonjak menjadi 544.629 akseptor atau 99,90% dari perkiraan.(rls)

Posting Komentar

0 Komentar