» » Tokoh Jabar Harus Berani Tampil

BANDUNG - Gerakan Pemuda untuk Demokrasi dan Kesejahteraan (GPD) Jawa Barat mendesak tokoh asal Jabar maju di kancah perpolitikan nasional dengan turut serta dalam bursa calon presiden (capres) dan calon wakilpresiden (cawapres). Presiden GPD Jabar G Gunanjar mengatakan, wilayah Jabar sebagai wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak me¬miliki daya tawar yang tinggi dalam percaturan politik nasional. Oleh karena itu, siapa yang berani maju sebagai calon pemimpin wajib didukung.

Gunanjar mengatakan, banyak keuntungan jika tokoh Jabar naik ke panggung nasional, terutama jika terpilih menjadi pemimpin nasional. "Tentunya warga Jabar diprioritaskan, selain daerah lain," ungkap Gunanjar di sekeretariat GPD Jabar Jalan Tegalega Barat, Kota Bandung, baru-baru ini. Gunanjar menuturkan, dalam kondisi kekinian, warga Jabar yang sudah menyatakan kesiapannya menjadi calon pemimpin nasional yakni Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) dan calon presiden dari PKB Roma Irama. "Saya kira Ahmad Heryawan dan Roma wajib didorong, kalau merasa warga Jabar. Tinggal pilih saja mana yang layak, menjadi capres dan cawapres," katanya.

Gunanjar juga menyatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mendeklarasikan pengusungan capres- cawapres asal Jabar tersebut. GPD Jabar sendiri, kata Gunanjar, berisi orang-orang multi profesi seperti pengusaha, politisi lintas partai, mantan aktivis 98, profesional, mahasiswa, dan lainnya yang merupakan warga asli Jabar.

Terpisah, perkumpulan dosen wanita yang tergabung dalam Sarasehan Wanita Dosen Jabar pun mendesak Aher agar mengurusi Indonesia, baik menjadi capres maupun cawapres. Mereka pun menilai Aher sanggup mengurusi berbagai persoalan yang dihadapi negara ini. Koordinator Saresehan Wanita Dosen Jabar Yelly Abdul Mukti mengungkapkan, selama menjabat sebagai Gubernur Jabar, banyak sekali prestasi yang sudah ditorehkan Aher. Tercatat lebih dari 90 penghargaan dari berbagai bidang yang telah diraihnya. Karena alasan itulah, imbuh Yelly, Aher sudah pantas mengurusi Indonesia. "Jarang sekali kepala daerah yang banyak memiliki prestasi. Tetapi Aher sudah berhasil meraihnya. Karena itu kami berpendapat dia sudah pantas naik ke panggung nasional," ujar dosen Amik Al-Masoem dan Stikes Dharma Husada ini seraya mengatakan Indonesia juga butuh pemimpin yang jujur dan Aher dinilainya sebagai orang yang tepat.

Menurut Yelly, Aher memiliki peluang untuk maju ke pentas nasional, namun hal itu bergantung pada partai politik yang akan mengusungnya. "Peluang Aher ada. Tetapi bagaimana dia bisa diusung? PKS, sebagai partai politik tempat bernaung Aher, harus juga ikut mendorong agar warga Jabar ini maju," ucapnya. Disinggung tentang peluang kemenangan dalam pilpres, jika Aher maju sebagai capres maupun cawapres, menurutnya sangat besar. Terlebih, Aher telah berhasil dua kali merebut kemenangan dalam pesta demokrasi di Jabar yang notabene pemilihnya terbesar se-Indonesia. "Kalau menghitung secara matematika, Aher telah memiliki basis massa sebanyak lima juta orang lebih, jika disamakan dengan hasil pemilihan Gubernur Jabar. Dan hal ini bisa bertambah, karena lima juta basis massa hanya di Jabar," jelasnya.

Pengamat Politik dari Unpad Bandung Dede Mariana pun mengatakan, banyak keuntungan jika capres atau cawapres berasal dari masyarakat atau tokoh Jabar. Sebab, peluang untuk memenangi pertarungan di pilpres sangat terbuka lebar. Menurut Dede, secara analisis kualitatif, jika parpol mencalonkan orang Jabar sebagai capres atau cawapres peluang kemenangannya sangat besar karena saat ini terjadi politik identitas sehingga sentimen etnik bisa berpengaruh untuk menarik pendukung. (*)

«
Posting Lebih Baru
»
Posting Lama

Tidak ada komentar: