.

Header ads

Header ads

Desy Ratnasari Bekali Anaknya dengan Agama

Tahun 2014, Hj. Desy Ratnasari, S.PSi, M.Psi.  mulai berkantor di Senayan, menjadi angota DPR RI dari Partai Amanat Nasional. .Dia maju sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan Jawa Barat IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi), dan berhasil mendapatkan suara sebanyak 43.378 pemilih.

Perempjuan multi talenta ini melenggang ke kursi DPR tak semudah membalikan telapak tangan. Pada saat kampanye, Desy tak hanya mengandalkan popularitas sebagai artis tapi gencar bersosialisasi. Malah, acapkali Desy blusukan ke warga untuk menyampaikan visi misinya.

Cantik, cerdas, populer dan menjadi idola banyak orang, itulah kesan yang melekat pada sosok seorang Desy Ratnasari. Artis asal Sukabumi yang lahir pada 12 Desember 1973 ini mengawali karir pada usia 14 tahun, dengan mengikuti ajang pemilihan GADIS Sampul dan keluar sebagai juara 2. Sejak itu karirnya terus melesat hingga menduduki posisi artis papan atas dengan bayaran termahal. Berbagai prestasi bergengsi baik dibidang seni peran maupun tarik suara telah diraihnya. Atas berbagai prestasinya yang fenomenal tersebut, Desy Ratnasari menjadi artis pertama Indonesia yang cap tangannya disimpan di Planet Hollywood.

Disela-sela kesibukannya sebagai artis, Desy mampu menyelesaikan pendidikan hingga jenjang strata S-2 pada Program Magister Psikologi, Universitas Indonesia. Selain itu juga berhasil menuntaskan studi program profesi psikologi di Unika Atmajaya, dan kemudian menjjadi dosen di Fakultas Psikologi universitas tersebut.

Desy mengaku bangga menjadi dosen, karena bisa berbagi ilmu dan pengalaman, juga merasa hidupnya lebih berwarna dan bermanfaat untuk orang banyak. Ada banyak hal unik dan lucu ketika dia mengajar. Banyak mahasiswanya yang meminta foto karena orang tuanya mengidolakan dirinya.

Kini “Miss No Comment” yang mempopulerkan lagu “Tenda Biru” itu mulai menapaki panggung barunya di bidang politik. Jauh sebelum bergabung dengan PAN, Desy mengaku sudah banyak partai yang menawarinya untuk bergabung. Namun saat itu Desy menolak karena ingin fokus untuk membesarkan anak semata wayangnya.

Kini Desy mengaku sudah siap lahir batin untuk terjun di panggung politik. Selain bermodal pendidikan, juga karena dukungan keluarga, yang menyatakan kini saatnya Desy mengabdi kepada masyarakat dan memanfaatkan ilmu yang dipelajarinya untuk ikut membangun bangsa.

Seperti totalitasnya di dunia seni yang banyak menghasilkan penghargaan, Desy juga ingin total dibidang politik dan siap meninggalkan dunia artis agar bisa fokus mewakili rakyat. Sebagai seorang perfeksionis, Desy tidak akan setengah-setengah dipanggung barunya.

Desy ternyata punya pengalaman mengagumkan. Ia sempat memberangkatkan haji seniman senior Laela Sari beserta keluarganya. Saat itu Laela Sari baru saja mengalami cobaan beruntun, ditinggal meninggal ibu dan suaminya. Dari media, Desy tahu bahwa Laela Sari ingin naik haji. Akhirnya ia menawari Laila Sari untuk naik haji bersama keluarganya yang berjumlah total 7 orang.

."Sudah lama. Sebelum tahun 2000. Waktu itu emak yang berangkat. Saya titipkan sama sebuah travel yang sudah kita kenal. Karena kan emak itu sudah sepuh," kata Desy.

Desy menganggap bantuannya itu sebagai bentuk atas keberhasilan dirinya. “ Alhamdulillah saya selalu diingatkan nenek dan ibu saya. Kebetulan barangkali saat itu Allah memberikan rezeki Mak Lela melalui saya," katanya.

Kesibukan Desy sebagai artis dan dosen  menjadi dosen tak melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu. Waktu akhir pekan selalu diperuntukan buat anak semata wayangnya, Nasywa Nathania Hamzah..

Selebriti yang juga didaulat menjadi Duta Badak Jawa ini punya perhatian khusus kepada putrinya. Ia  berusaha sekuat mungkin untuk meluangkan waktu bersama Nazwa, termasuk mengajaknya shalat Subuh bareng.

Meski cenderung memberikan kebebasan pada anak, tapi untuk urusan agama Desy mewajibkan sang anak belajar membaca Alquran. Dia mewajibkan putrinya belajar iqra (methode belajar baca Alquran) setiap hari.

"Saya bebasin dia, terserah dia mau milih apa. Yang saya wajibkan cuma iqra. Mau nggak mau harus mau," kata Desy.

Menurut Desy, sebagai orang Islam, tentu harus mempelajari dan mengerti pondasi kehidupan yaitu Alquran. Hal itulah yang ingin ditekankan kepada anaknya.

"Iqra itu pondasi kehidupan. Kalau manusia hidup punya pegangan, suatu saat kalau saya nggak ada di dekatnya, dia pasti bisa mengarahkan dirinya sendiri," katanya. (dbs)

Posting Komentar

1 Komentar